Memahami Fokus, Diafragma, Speed, ISO, dan Pencahayaan dengan Logika

Belajar Fotografi

Tehnik Dasar Fotografi dan Pengenalan Kamera

Memahami Fokus, Diafragma, Speed, ISO, dan Pencahayaan dengan Logika

Oleh Ael Nashrul Amin owner / photographer www.aquadratfoto.com

Fotografi (photography) saat ini sudah menjadi gaya hidup, terbukti di mana kita berada kita sering bahkan pasti mendapati sekelompok orang yang sedang mengabadikan gambar dengan kamera, bahkan dengan HP yang sekarang sudah dilengkapi dengan fitur kamera yang sangat memanjakan.

Siapa saja bisa memotret, dengan kamera apapun bahkan anak kecilpun sering kita dapati sedang memotret, dengan sedikit imajinasi di lokasi di mana kita memotret maka akan menghasilkan gambar yang luar biasa menurut versi masing masing, seni mengabadikan gambar dengan kamera inilah yang di sebut dengan Fotografi (Photography).

Fotografi berasal dari bahasa Yunani yaitu: photos adalah cahaya, sinar. Sedang graphos berarti tulisan, gambar atau disain bentuk. Jadi, fotografi secara luas adalah menulis atau menggambar dengan menggunakan cahaya.

Karena melukis atau mengambar dengan cahaya ini menggunakan alat yang namanya kamera, maka sudah seharusnya bahkan bisa dikatan fardhu ain bagi kita mengenal kamera yang kita gunakan, karena tidak mungkin kita menggunakan suatu alat jika kita tidak paham menggunakanya.

Dalam memotret yang paling utama adalah fokus

  1. Fokus

Fokus adalah titik utama atau bisa di sebut juga titik api, dimana titik tersebut di pusatkan pada obyek yang akan kita foto bahkan mungkin mengabaikan obyek yang lain, titik titik tersebut sudah di sediakan pada fitur kamera digital, bahkan pada kamera HP sekarang sudah di sediakan.

  1. Diafragma / Aperture

Diafragma adalah lubang dalam lensa kamera tempat cahaya masuk saat melakukan pemotretan. Atau sebut saja jendela dengan beberapa daun jendela yang ada di dalam lensa. Diafragma memiliki beberapa ukuran atau satuan angka. Setiap lensa mempunyai perbedaan bukaan diafragma masing-masing, Biasanya, ukurandiafragma dimulai dengan angka 2,8 – 4 – 5,6 – 8 – 11 –16 – 22.

Diafragma, Aperture

Ilustrasi Diafragma

Besar kecilnya bukaan diafragma yang kita pilih menghasilkan foto yang berbeda. Bukaan diafragma kecil akan menghasilkan ruang tajam yang luas atau anggap saja jendela yang di buka sedikit akan sedikit pula cahaya yang masuk. Sedang bukaan diafragma besar atau anggap saja jendela yang di buka lebar maka akan banyak pula cahaya yang masuk sehingga akan membuat ruang tajam sempit (Blur) atau blerek (istilah jawa) karena banyaknya cahaya yang masuk karena jendela terlalu lebar di buka sehingga mata kita sialau karena cahaya terlalu banyak. Atau mudahnya, diafragma artinya bukaan lensa.Diafragma biasanya di simbulkan dengan satuan F, semakin kecil angka F maka semaikn besar bukaan jendela lensa, begitu juag sebaliknya semkani besar angka F maka semakin kecil bukaan lensa.

  1. Speed

Speed atau di sebut juga kecepatan rana atau shutter Speed adalah semacam pintu penutup sensor pada kamera digital, pada saat kita mengambil gambar, shutter akan membuka selama beberapa waktu sehingga sensor kamera akan merekam cahaya yang masuk melalui lensa yang mana sedikit banyaknya cahaya yang masuk di atur dengan bukaan lensa atau bukaan jendela lensa yang sudah kita bahas diatas.

Berapa lamanya Shutter atau rana atau pintu sensor kamera inilah yang disebut dengan Shutter Speed atau kecepatan rana. Jadi logikanya semakin lama shutter ini di buka semakin banyak juga cahaya yang di rekam oleh sensor kamera. Begitu juga sebaliknya jika semakin cepat shutter menutup maka semakin sedikit pula cahaya yang di rekam.

Contoh pengertian Shutter speed yang lain adalah kita anggap saja shutter speed ini dengan kecepatan kamera menangkap gambar (cahaya). Jadi Jika kita menangkap atau memotret benda yang gerak aktif maka kita harus menggukan speed tinggi atau kecepatan penuh untuk mengimbangi tangkapan kita, jika tangkapan kita aktif gerak dan speed kita lambat maka kita kan tertinggal. Contoh lian kita akan menangkap orang yang sedang lari maka gerakan kitapun harus cepat untuk menangkap target kita.

Speed

Ilustrasi Shutter Speed

Satuan Shutter Speed sampai saat ini ,masi menggunakan satuan detik Berikut nilai shutter speed pada kamera

(nilai besar) Bulb, 32, 16, 8, 4, 2, 1s, ½, ¼, 1,8, 1/16, 1/32, 1/64, 1/125, 1/250, 1/500, 1/1000, 1/2000, 1/4000, 1/8000 ( nilai rendah).

½ lrbih cepat sari pada 1s, Artinyasemakin 1/……….. (lebih besar) berarti lebih cepat juga kecepatan rana yang di dapat

Cara penghitangan per stopnya di bagikan 2 pada nilai speed besar 32 : 2 = 16, 16 : 2 = 8, …………

Dikalikan 2 pada nilai speed rendah ½ x 2 = ¼, ¼ X 2 = 1/8, ………….

  1. ISO

ISO adalah tingkat sensitifitas kamera terhadap cahaya, semakin tinggi nilai ISO maka semakin tinggi pula tingkat sensitifitas kamera terhadap cahaya.

Jika di logikakan maka ISO ibarat Kaca yang ada pada Jendela ( yang mana Jendela Sudah kita Umpakan pada bahasan diatas ), dan kaca tersebut kita basangi kaca film ( yang biasanya di pasang pada kaca mobil ), tingkat gelap Terangnya Kaca Film tersebut bisa di umpamakan sebagai ISO

Tingkatan tersebut di tandai dengan angka angka kelipatan 2 sperti 100, 200, 400, 800, 1600, 3200, 6400 dst.

ISO merupakan bagian yang tidak dapat di pisahkan dari Tiga Pilar Dasar Fotografi yaitu : Diafragma / Aperture (F), Shutter Spedd, dan ISO, dengan Memahami ketiga hal tersebut setidaknya akan memudahkan kita dalam mengambil gambar sesuai yang kita inginkan.

Poin penting dalam ISO adalah semakin tinggi nilai ISO maka semakin terang gambar yang di hasilkan. untuk mengambil gambar di tempat dengan cahaya yang kurang maka untuk mengatasinya yang dilakukan oleh fotografer adalah memilih ISO tinggi. Misalnya ISO 400, 600, 800 atau Iso 1600.

  1. Pencahayaan

Karena fotografi adalah menulis atau menggambar dengan menggunakan cahaya. Maka untuk memahami cahaya ketika kita akan memotret juga bagian yang sangat penting.

Pencahayaan adalah proses menyinari film dengan cahaya yang datang dari luar kamera dengan mengontrol besarnya diafragma dan kecepatan. Dalam pencahayaan, bukaan diafragma menentukan intensitas cahaya yang diteruskan film. Sedangkan kecepatan rana menentukan jangka waktu transmisi sinar.

Ada tiga karekter cahaya yang harus diperhatiakan saat memotret diluar ruangan (out door)

Hard Light adalah cahaya dengan intensitas yang keras bisa menimbulkan shadow yang keras pula, ini tepat ada di sekitar jam 11 pagi sampai kurang lebih jam 2 sore.

Medium Light adalah cahaya dengan intensitas cahaya sedang, ada pada kisaran jam 9 sampe jam 10 pagi dan jam 2 sampe jam 3.30 sore

Soft Light adalah cahaya yang ringan atau lembut, ada pada kisaran jam 7 sampe jam 8.30 pagi dan jam 3.30 sampai jam 5 sore, ini adalah waktu favorit yang sering di gunakan untuk pemotretan out door karena cahaya yang mengenai obyek sangat lebut.

Dalam pencahayaan ada beberapa teknik yang harus diperhatikan. Diantaranya:

Penerangan depan: Sumber cahaya berasal dari depan objek. Cahaya ini akan menghasilkangambar yang datar.

Penerangan belakang: Sumber cahaya berasal dari belakang objek. Dengan sumber cahaya yang seperti ini maka objek yang kita ambil menjadi shiluette (hitam). Pemotretan dengan sumber cahaya dari belakang dilakukan bila kita ingin membuat sebuah foto shiluete.

Penerangan Samping: Pemotretan dengan memakai sumber cahaya dari samping membuat objek yang kita ambil akan nampak tegas. Biasanya cahaya ini berasal dari tambahan penerangan lain seperti lampu, blitz dan lain sebagainya.

Semoga Bermanfaat

dokumen ini diperbolehkan untuk diperbanyak, di‐copy, dan atau disebarluaskan untuk kepentingan pembelajaran bersama, dengan tetap menyebutkan Nama

Penulis dan alamat web http://www.aquadratfoto.com

  • Cahta.Net

    bagus bang postingannya,,,semoga bermanfaat buat saya dan banyak temen-temen yang algi belajar Photography..